logo

BTN Optimis Masuk Jajaran Lima Besar

BTN Optimis Masuk Jajaran Lima Besar

Istimewa
BTN mentargetkan tahun 2017 akan masuk dalam jajaran lima besar sebaga bank dengan aset terbesar byndi Indonesia
19 June 2017 11:59 WIB

 

JAKARTA (Suara Karya): PT Bank Tabungan Negara (BTN) pada tahun 2017, mentargetkan masuk sebagai bank dengan aset terbesar ke 5 di Indonesia. 

"Dengan laju kinerja yang ada saat ini, dimana  berada di atas rata-rata industri perbankan nasional, maka kami yakin mampu mencatatkan nilai aset Rp 253 triliun," kata Direktur Utama BTN, Maryono di Jakarta, akhir pekan lalu. 

Menurut Maryono, untuk mencapai posisi aset kelima terbesar di Indonesia, pihaknya akan menjaga laju pertumbuhan kredit dan pembiayaan di level sekitar 18 persen secara tahunan. Dari segi penghimpunan dana pihak ketiga ditargetkan tumbuh pada kisaran 22 persen sampai 24 persen tahun ini. 

Dalam memacu peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan, perseroan turut andil dalam meningkatkan ketersediaan rumah. Berbagai aksi dilakukan, mulai dari menciptakan pengembang handal dan bisnis properti berkelanjutan lewat Housing Finance Centre hingga menyalurkan kredit konstruksi. "Kita tak hanya menyalurkan kredit untuk pemilikan rumah tetapi juga pinjaman untuk kebutuhan rumah tangga dan kredit pemilikan apartemen dan kredit konsumsi lainnya," jelas Maryono. 

Lebih lanjut, Maryono mengatakan untuk meningkatkan perolehan DPK, Bank BTN membidik segmen emerging affluent. Kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan berkisar Rp 7 juta-Rp 30 juta inj, dibidik perseroan sebagai sumber pendanaan sekaligus debitur pinjaman. Bank BTN juga berupaya menghimpun DPK dari berbagai nasabah potensial dalam rantai bisnis di segmen usaha kecil dan menengah (UKM), komersial, dan korporasi. "Kami sudah siapkan melanjutkan proses transformasi digital yang telah kami gelar sejak 2015," katanya.

Maryono memaparkan dari segi bisnis, bank BTN juga meningkatkan produktivitas cabang serta mengoptimalkan sales service model. Dari sisi SDM, BTN merampingkan struktur cabang, meningkatkan budaya resiko, serta menciptakan organisasi yang fokus pada segmen nasabah. "Di sisi infrastruktur kami memoles infrastruktur teknologi informasi yang solid, meningkatkan digitalisasi proses bisnis, serta mengintegrasikan governence, risk, dan compliance," tutur Maryono.

Pada posisi di tahun 2022, Maryono menambahkan, bank BTN juga memprediksi akan menjadi pemimpin pasar kredit pemilikan rumah (KPR) di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 40 persen dan menyalurkan KPR sekitar 600 ribu unit rumah per tahun. ***

Silli Melanovi
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -