logo

Diseruduk Dan Ditanduk Banteng, Matador Ivan Fandino Tewas Di Prancis

Diseruduk Dan Ditanduk Banteng, Matador Ivan Fandino Tewas Di Prancis

Ivan Fandino tersandung di arena setelah kakinya tersangkut jubahnya. Banteng yang mengejarnya kemudian menaduk Fandino hingga melayang ke udara. Ketika jatuh tanah banteng itu menanduknya hingga menusuk paru-parunya.
19 June 2017 06:12 WIB

PARIS (Suara Karya): Matador terkenal Spanyol Ivan Fandino tewas di rumah sakit setelah dibanting dan ditanduk banteng yang menjadi lawannya pada pertarungan di Perancis Barat Daya.Fandino yang berusia 36 tahun,  kemudian diangkat dari tempat kejadian oleh rekan-rekannya dengan darah yang merembes melalui kostum tradisional bordirnya.

Petarung Basque itu tampil di festival adu banteng Aire-sur-l'Adour di Prancis bersama matador Juan Del Alamo dan Thomas Dufau.

Fandino telah memenangkan pertarungan sebelumnya dan memotong telinga banteng.

Otoritas rumah sakit menolak memberikan komentar, namun seorang sumber medis independen mengatakan kepada AFP bahwa Fandino mengalami dua kali serangan jantung di dalam ambulans dan kemudian meninggal di rumah sakit di kota terdekat Mont-de-Marsan.

Terakhir kali matador terbunuh Juli 2016. Matador Spanyol Victor Barrio, 29 tahun, ditanduk banteng di dadanya. Lebih dari sebulan sebelumnya, petarung Meksiko berusia 64 tahun El Pana meninggal setelah berminggu-minggu di rumah sakit, karena juga ditanduk banteng di dadanya.

Berasal dari Ordonu yang dekat dengan kota pelabuhan Bilbao di utara Spanyol, Fandino terkenal karena keberaniannya, tidak pernah ragu untuk melawan sapi jantan yang telah ditolak oleh rekan-rekannya. Di Bilbao pada tahun 2012 dia seorang diri mengambil enam banteng yang diajukan oleh enam peternak yang berbeda.

Tradisi adu banteng yang berusia berabad-abad tetap populer di Spanyol, dengan sekitar 1.800 pertunjukkan setahun dengan jumlah penonton sekitar enam juta. Penggemar melihat olahraga tersebut sebagai bagian integral dari budaya Spanyol.

Namun pihak berwenang mendapat tekanan yang meningkat untuk menekan olahraga dengan alasan hak hewan.

Aktivis memperbaharui seruan untuk larangan total setelah kematian Barrio, dengan mengatakan bahwa tradisi tersebut benar-benar kejam dan anakronistik, sementara setahun yang lalu pemerintah daerah Castilla Leon melarang pembunuhan sapi jantan di festival kota.

Pemerintah daerah nasionalis di kawasan utara Catalonia melarang praktik tersebut pada tahun 2012, namun Mahkamah Konstitusi Spanyol membatalkan larangan tersebut pada bulan Oktober 2016. ***

Gungde Ariwangsa
Wartawan Suara Karya dengan sertifikat UKW Wartawan Utama. HP: 082110068127. E-mail: [email protected]
Editor : Gungde Ariwangsa