logo

Delapan Jenazah Pemudik Kecelakaan Gilimanuk Tiba di Jember

Delapan Jenazah Pemudik Kecelakaan Gilimanuk Tiba di Jember

Isuzu Elf yang kecelakaan di Gilimanuk, Bali mengakibatkan delapan orang tewas. (Foto: Tribunnews.com)
Korban kecelakaan itu semuanya bekerja di Pulau Bali sebagai pekerja bangunan dan hendak mudik ke kampung halaman di Kecamatan Panti, namun kendaraan yang mereka tumpangi menabrak truk tronton hingga menyebabkan depalan orang meninggal dan lima orang mengalami luka-luka.
19 June 2017 05:01 WIB

JEMBER (Suara Karya): Delapan jenazah korban kecelakaan maut di jalur mudik Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kemiri dan Desa Suci, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (18/6).

Kedatangan jenazah di masing-masing rumah duka disambut isak tangis dan suasana haru keluarga, kerabat, tetangga, dan teman korban yang sudah berkumpul di rumah duka sejak pagi hari.

"Dari delapan korban yang meninggal itu, ada tiga korban yang merupakan warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti sedangkan sisanya warga Desa Suci, Kecamatan Panti," kata Kepala Desa Kemiri Suyono di Balai Desa Kemiri.

Korban kecelakaan yang meninggal dunia tersebut dimandikan dan disholati oleh warga yang sudah berdatangan ke rumah duka, kemudian jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum desa setempat.

Menurutnya dua korban yang mengalami luka-luka ringan juga ikut pulang bersama rombongan jenazah, namun korban yang merupakan warga Desa Kemiri itu dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember untuk menjalani perawatan.

"Sedangkan tiga korban yang mengalami luka berat masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Negara di Pulau Dewata," katanya seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan korban kecelakaan itu semuanya bekerja di Pulau Bali sebagai pekerja bangunan dan hendak mudik ke kampung halaman di Kecamatan Panti, namun kendaraan yang mereka tumpangi menabrak truk tronton hingga menyebabkan depalan orang meninggal dan lima orang mengalami luka-luka.

Seperti diketahui,  kecelakaan maut terjadi di jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk di kilometer 121-122 di kawasan Hutan Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Pulau Bali, Sabtu (17/6), sekitar pukul 21.00 WITA. 

Kendaraan travel Isuzu Elf bernopol S 7485 N yang dikendarai Ahmad Haris membawa buruh bangunan asal Jember yang hendak mudik ke kampung halamannya bertabrakan dengan truk tronton bernopol DK 9455 WL yang bermuatan semen di Kelurahan Gilimanuk.

Akibat kecelakaan itu, tujuh orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu orang meninggal di RS Negara, sedangkan lima orang mengalami luka-luka yang masih menjalani perawatan di RS Negara dan sebagian dirujuk di RSD dr Soebandi Jember.

Delapan korban yang meninggal adalah Suwari, Tohari, Ahmad Aris (sopir mini bus), Ahmad Zaenuri, Jumari, Faris Haryadi, Aris dan satu korban meninggal dunia di RS Negara yakni Abdul Razak yang seluruhnya berasal dari Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Sedangkan lima korban yang mengalami luka berat dan ringan yakni Abu Amin, Taufik Hidayat, Rizki, Joko, dan Moh. Ridwan yang juga warga Kecamatan Panti. 

 Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief bersama Kepala Bagian Klaim PT Jasa Raharja Jawa Timur Yudi Prastowo menyerahkan santunan kepada ahli waris delapan korban kecelakaan maut di Gilimanuk,  Bali itu Minggu.

"Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja terkait dengan santunan korban kecelakaan di Gilimanuk dan alhamdulillah proses pencairan santunan bisa cepat, meskipun hari Minggu," kata Wabup Jember Abdul Muqit Arief.

Atas nama Pemkab Jember dan secara pribadi, Wabup yang biasa dipanggil Kiai Muqit itu mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kecelakaan yang menyebabkan warga Jember meninggal dunia dalam perjalanan mudik ke kampung halamannya.

"Saya berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk ikhlas menerima ujian yang berat ini dan kami semua berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali," tuturnya.

Sementara Kepala Bagian Klaim PT Jasa Raharja Jawa Timur Yudi Prastowo mengatakan setiap ahli waris korban kecelakaan diberikan santunan sebesar Rp50 juta sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan Nomor 16 Tahun 2017 yang berlaku 1 Juni 2017. 

"Total santunan yang dibayarkan pihak jasa raharja kepada korban senilai Rp400 juta, sedangkan untuk korban luka-luka mendapat jaminan biaya maksimal Rp20 juta, sehingga pihak keluarga korban tidak perlu memikirkan pengobatan untuk korban yang terluka," katanya.

Ia menjelaskan jumlah santunan yang dibayarkan PT Jasa Raharja Jawa Timur kepada korban kecelakaan mulai dari Januari hingga Mei 2017 tercatat sebesar Rp117 miliar lebih dan jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Jumlah santunan kepada korban kecelakaan tahun lalu pada periode yang sama Januari-Mei 2016 tercatat sebesar Rp110 miliar lebih, sehingga ada kenaikan sekitar 6,3 persen dibandingkan tahun ini," ujarnya. ***

Dwi Putro Agus Asianto -
Karir di Harian Umum Suara Karya sejak 1992. Lulus Uji Kompetensi Wartawan sesuai dengan Peraturan Dewan Pers. Email:[email protected]
Editor : Dwi Putro Agus Asianto -