logo

Pengurus KONI DKI Pimpinan Dody Rahmadi Amar Dilantik Selasa

Pengurus KONI DKI Pimpinan Dody Rahmadi Amar Dilantik Selasa

Dody Rahmadi Amar menunjukkan SK yang sudah ditandatangani KONI PUsat kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/6).
Dengan dilantiknya pengurus KONI DKI Jakarta pimpinan Dody Rahmadi Amar maka Pelatda PON DKI diharapkan berjalan dengan lancar.
19 June 2017 04:40 WIB

 

JAKARTA (Suara Karya): Pengurus KONI Provinsi DKI Jakarta pimpinan Dody Rahmadi Amar periode 2017 – 2021 siap dilantik Selasa (20/6). Pelantikan dilakukan, menyusul keluarnya surat keputusan (SK) dari KONI Pusat dengan nomor 44 Tahun 2017 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2017 – 2021.

Menurut Dody Rahmadi Amar, keluarnya SK dari KONI Pusat setelah terkatung-katung selama 46 hari sejak ia terpilih, lantaran Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman menilai kepengurusan KONI DKI pimpinannya sudah sah secara hukum. Pasalnya, pihaknya sudah menjalani proses musyarawah olahraga provinsi (Musorprov) KONI DKI Jakarta dengan benar sesuai AD/ART KONI dan diikuti oleh 57 cabang olahraga yang hadir.

“Memang waktu itu ada tujuh cabang olahraga yang walk out, namun itu tidak mengganggu jalannya Musorprov hingga proses pemilihan berlangsung. Eloknya, proses pemilihan ketua umum itu juga disaksikan oleh perwakilan dari KONI Pusat, yakni Wakil Ketua Suwarno,” ujar Dody Rahmadi Amar kepada wartawan dalam acara berbuka puasa bersama di Jakarta, Minggu (18/6).

Disebutkan, kabinet kepengurusan KONI DKI Jakarta masa bakti 2017 – 2021 ini sangat ramping hanya dengan 38 orang saja. Namun untuk memaksimalkan KONI DKI ke depan, pihaknya akan membentuk badan ad hock yang diberi nama Tim Asistensi PON Papua 2020.

“Kita tidak mungkin bisa juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) kalau tidak punya strategi yang komprehensif. Seperti yang terjadi di PON XIX/2016 Jawa Barat, dimana kita banyak dizolimi. Untuk mengawal strategi itu lah dibentuk Tim Asistensi PON Papua,” lanjut Dody.

Lebih lanjut Dody mengatakan, ada tiga program pokok yang akan dikerjakannya dalam waktu dekat ini. Pertama membuat komitmen bersama untuk juara umum PON. Dalam hal ini adalah Pemprov DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, Dispora, pelatih sampai ke atlet.

“Harus ada komitmen bersama dulu untuk juara umum. Tanpa itu kita tidak akan berhasil,” ucapnya.

Kemudian, kata Dody, ada botom line anggaran yang cukup untuk membina olahraga DKI Jakarta. Minimal  satu persen dari APBD DKI Jakarta. Tanpa dana yang cukup mustahil akan tercapai prestasi yang diinginkan.

Kedua, harus punya semangat untuk juara umum PON. Dan ketiga, Pemprov membangun venue cabang olahraga untuk tempat latihan atlet. Karena sampai saat ini banyak cabang olahraga yang masih menyewa tempat latihan dalam menempa diri di Pelatda.

“DKI Jakarta itu jadi barometer pembinaan olahraga di Tanah Air. Tapi sangat disayangkan atlet kita selalu pindah-pindah latihan karena urusan sewa. Alangkah baiknya kalau setiap cabang olahraga memiliki tempat latihan sendiri sehingga mereka tidak akan terganggu dengan urusan pindah-pindah latihan,” kata Dody menambahkan. *

 

 

Markon Piliang
MARKON PILIANG : Wartawan Suara Karya, lulus uji kompetensi PWI 2016. Email : [email protected]
Editor : Markon Piliang
header-ad