logo

Mendag: Harga Komoditas Pokok Cenderung Turun

Mendag: Harga Komoditas Pokok Cenderung Turun

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita di Ponpes Al Muayyad Solo.
Kemendag terus pantau pergerakan harga dan stok barang melalui 150 stafnya bersama Satgas dan Dinas Perdagangan yang diterjunkan di 70 kota di Indonesia.
18 June 2017 22:43 WIB

SOLO (Suara Karya): Harga komoditas pokok menjelang Lebaran dinilai stabil bahkan cenderung turun. Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan terus memantau pergerakan harga dan stok barang melalui 150 stafnya bersama Satgas dan Dinas Perdagangan di 70 kota di Indonesia.

"Sampai sore ini harga stabil cenderung turun. Tadi ada laporan ada daerah yang stok bawang putih berkurang, langsung kita tambah malam harinya," jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, di sela silaturahmi dan pasar murah di Ponpes Al-Qur’anyy Az-Zayadiyy dan Ponpes Al Muayyad Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/6) sore.

Tim gabungan tersebut langsung turun ke pasar untuk memastikan stok dan harga. Kemendag juga bekerja sama dengan Bulog serta distributor jangan sampai momen puasa dan Lebaran dijadikan spekulasi atas harga.

Komoditas pokok yang masuk dalam aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) juga akan terus diawasi. Aturan tersebut berlaku di semua toko retail dan pasar tradisional. "Kalau di toko retail kita paksa, tidak mau tahu apakah itu stok lama atau baru yang jelas semua harus sesuai HET. Sedangkan di pasar tradisional, kita masih memberikan toleransi," jelasnya lagi.

Kemendag masih memberikan batas toleransi bagi pasar tradisional untuk menyesuaikan harga sesuai HET. Meskipun belum semua pasar tradisional bisa menyesuaikan harga sesuai aturan, tapi sudah mendekati HET.

"Seperti kemarin di Cilegon, Banten masih ada yang menjual gula Rp13.000 seharusnya Rp12.500, minyak goreng curah dijual Rp11.000 atau sama dengan minyak goreng kemasan sedehana, seharusnya Rp10.500," katanya.

Lebih lanjut Mendag mengatakan ada komoditas yang harganya mengalami kenaikan. Seperti telur ayam dan daging ayam. "Untuk telur naik sedikit, kasihanilah peternak dari Boyolali. Saat ini memang belum pulih setelah harga turun drastis beberapa waktu lalu," katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Mendag juga berterima kasih kepada pengasuh Ponpes sebagai pelaksana pasar murah Ramadhan. Pasar murah tersebut merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.

"Kami memilih pesantren karena pesantren dekat dengan masyarakat dan dipercaya masyarakat," ujarnya.

Pengasuh Ponpes Al Muayyad, KH Abdul Rozaq Shofawi dan pengasuh Ponpes Al Qur'anyy KH Abdul Karim, mengaku senang dengan dipercayakannya pelaksanaan pasar murah Ramadhan di Ponpes tersebut. Pasar murah sangat membantu masyarakat sekitar dan para santri. (Endang)

Endang Kusumastuti
Editor : Laksito Adi Darmono
header-ad