logo

Blusukan ke Pasar, Pemerintah Pastikan Harga Pangan Stabil

Blusukan ke Pasar, Pemerintah Pastikan Harga Pangan Stabil

Foto: ist
Tiga pejabat blusukan ke pasar di DKI Jakarta. Hasilnya, mereka memastikan stok pangan cukup dan harga stabil.
17 June 2017 16:03 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Sabtu (17/5), blusukan bareng di 3 pasar guna memastikan harga bahan pangan strategis stabil menjelang Lebaran 2017.

Ketiga lokasi yang mereka kunjungi adalah Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Rumah Potong Ayam Cakung, dan Pasar Induk Kramat Jati. Perwakilan dari Bulog dan beberapa BUMD DKI Jakarta seperti PD Pasar Jaya dan Darmajaya, tampak mendampingi.

"Saya laporkan bahwa stok beras di Cipinang 39.767 ton. Batas amannya harus di atas 30 ribu ton. Cadangan beras di food station terbilang aman. Alhamdulillah bulan puasa tahun ini harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil," kata Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Food Station Cipinang, Jakarta, Sabtu.

Selain beras, Djarot juga memaparkan ketersediaan gula pasir sebesar 432 ton dan minyak goreng 422 ribu liter.

Menurut dia, kestabilan harga komoditas pada tahun 2017 terjadi atas sinergi dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan sejumlah BUMD pasar induk.

Ia menjelaskan pemerintah tidak ingin harga produk-produk pertanian jatuh di bawah harga acuan, seperti harga cabai keriting dan bawang merah yang turun terlalu tajam.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai DKI Jakarta menjadi barometer terhadap kestabilan harga di kota dan kabupaten lain. "Melihat kondisi di DKI Jakarta, begitu terjadi kekurangan akan ada gejolak di daerah lain. Beras, gula, bawang indikatornya sangat dilihat dan ditentukan dari pasar induk. Peranan food station memang luar biasa dalam keseimbangan ini," kata Enggar.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin ketersediaan beras cukup aman hingga Januari 2018. Namun ia meminta agar Bulog menyerap cabai merah keriting dan bawang merah yang turun terlalu tajam agar petani tidak dirugikan.

"Pesan kami cabai harus diserap. Cabai di daerah Sumatera harganya ada Rp 2.000. Ini menyedihkan di saat harga cabai naik Rp 100 ribu. Bawang merah harganya di Brebes Rp 11 ribu. Kalau tidak diantisipasi, dampaknya akan terjadi tahun depan," kata Amran.

Gudang Penampungan

Selain itu, untuk menjaga pasokan melimpah dengan harga yang stabil, pemerintah pusat jalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, memperbanyak gudang penampungan.

"Kami minta agar penampungan atau whare house, yang dimiliki pemda DKI juga bisa dioerbanyak, karena yang ada saat ini masih belum cukup," ujar Amran.

Terkait beras, pemerintah menjamin sampai dengan akhir tahun, stok beras aman dengan harga stabil. Stok beras ini sepenuhnya dari produksi dalam negeri.

"Dulu kita impor beras dan sekarang sudah kita penuhi dengan produksi beras dalam negeri, dan harga kita saat ini sudah stabil,: ujarnya.

Amran menegaskan stabilitas stok dan harga pangan serta Indonesia mampu menyediakan pangan sendiri sampai saat ini karena sinergi yang baik antara Kementan dengan Kemendag dan juga dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi ini harus dilanjutkan. "Jika ada importir yang mencoba naikkan harga pangan, kami akan tindak tegas dengan cabut izin impornya," kata Amran.

Mendag, Enggar menambahkan stok pangan saat ini cukup dan harga stabil. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMD.

"Info pangan Jakarta, setiap pagi jam 9 sudah kami update per harga di pasar. Kesiapan pangan DKI sudah sangat luar biasa, ketersediaanya di pasar terjamin. Bawang putih harganya Rp 17.500 di pasar induk. Kalau harga naik maka kita akan langsung mencari siapa pelaku importirnya," tegasnya. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya. Email: dlaksitoadi@yahoo.com.
Editor : Laksito Adi Darmono