logo

Presiden Ingatkan Bansos Hanya Untuk Pendidikan dan Kebutuhan Sekolah

Presiden Ingatkan Bansos Hanya Untuk Pendidikan dan Kebutuhan Sekolah

Keluarga penerima manfaat harus belajar menabung, jangan serta merta menghabiskan dana bansos.
16 June 2017 10:48 WIB

JAKARTA (Suara Karya): "Disini saya sampaikan kembali, jangan pakai uang bansos ini untuk beli pulsa dan rokok ya. Tapi untuk pendidikan dan kebutuhan sekolah anak. Bisa juga untuk tambahan modal usaha," tutur Presiden Joko Widodo, saat penyerahan bantuan sosial (bansos) non tunai, di hadapan 957 keluarga penerima manfaat (KPM), di Lapangan Tugu, Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tebgah, Kamis (15/6).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengingatkan agar KPM PKH belajar menabung dan tidak serta merta menghabiskan dana bansos yang diterima. Dia berharap penggunaan dana bantuan tersebut benar-benar untuk kegiatan belajar, seperti membeli buku atau seragam.

Secara keseluruhan total bansos yang disalurkan Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Cilacap sejumlah Rp286,4 miliar, terdiri dari PKH Non Tunai, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bansos lanjut usia, bansos disabilitas, bansos UEP KUBE, serta bansos RS RTLH.

Penyerahan PKH Non Tunai ini, bersamaan dengan penyerahan paket bantuan sosial lainnya yakni Program Makanan Tambahan (PMT) oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menuturkan, terkoneksinya masyarakat miskin dengan perbankan, membuat mereka dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan formal. Seperti transfer, menabung maupun pinjaman, serta asuransi.

Dia menambahkan, , intervensi pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan pun makin efektif. Karena, bantuan sosial dan subsidi diintegrasikan dalam satu kartu yaitu Kartu keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki fitur uang elektronik dan tabungan.

Dengan demikian, bisa menampung bansos PKH, Pangan, Subsidi LPG 3Kg, dan subsidi listrik. "Penyaluran bantuan nontunai sangat efektif mengajarkan masyarakat untuk menyimpan uang bantuan dalam tabungan," ujarnya. Jadi, imbuhnya, tidak serta merta diambil semua saat bansos ditransfer. 

Senyum mengembang di bibir Winarti (33), Warga Kroya, Kabupaten Cilacap, usai menerima bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH). Terlebih pencairan tersebut dihadiri orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo.

Winarti membayangkan wajah dua anaknya yang memang sudah menantikan uang tersebut cair sejak beberapa pekan lalu. Nantinya uang tersebut mau dibelikan baju sekolah, tas, dan sepatu.

"Insyallah nanti malam saya mau ajak anak-anak saya belanja kebutuhan sekolah. Dari kemarin sudah nanyain kapan saya punya uang," ungkap Ibu tiga orang anak tersebut. Winarti mengatakan, banyaknya kebutuhan sekolah anaknya cukup membuatnya kelimpungan.

Penghasilan suami yang bekerja serabutan tidak mampu menopang seluruh kebutuhan rumah tangga dan sekolah anak. "Penghasilan suami saya paling Rp40.000 per hari, itupun kalau ada yang suruh kerja. Jika tidak maka tidak ada pula yang bisa digunakan untuk belanja," imbuhnya.

Menurut Winarti,bantuan yang diberikan pemerintah meskipun tidak banyak namun cukup meringankan beban hidup. Utamanya untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.

Diceritakan, dari total nilai bansos yang cair sejumlah Rp1.000.000, ia hanya mencairkan Rp500.000. Sisanya ia berencana untuk ditabung guna persiapan kebutuhan sekolah anaknya di saat masuk sekolah setelah liburan ini. (Budi)

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Laksito Adi Darmono
header-ad