logo

Ditawari Nanas dan Durian Filipina, Amran Balik Tawarkan Jagung

Ditawari Nanas dan Durian Filipina, Amran Balik Tawarkan Jagung

Mentan Amran Sulaiman (foto: laksito adi)
Amran mengaku ditawari nanas dan durian dari Filipina. Sedangkan Cili menawari Indonesia untuk mengimpor daging dan buah anggur.
15 June 2017 07:15 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pertanian Amran Sulaiman, balik menawarkan komoditas jagung, saat Filipina menawari Indonesia untuk mengimpor nanas dan durian.

Saling tawar produk ekspor itu muncul saat Amran menerima kunjungan Dubes Filipina  Maria Lumen B. Isleta, di kantor Kementan Ragunan, Jakarta, Rabi (14/6). Di tempat yang sama Mentan juga menerima Dubes Cili Gonzalo Mendoza.

"Yang pertama Filipina, kerja sama kita ini sudah bagus. Mereka mengharapkan kita mengimpor nanas dan durian dari Filipina. Tetapi kami katakan, saya sampaikan terima kasih, kita akan pertimbangkan. Kami sampaikan Indonesia saat ini sudah swasembada, bahkan sudah ekspor nanas," kata  Amran usai pertemuan.

Sedangkan Dubes Cili minta anggur (buah) dari negara itu bisa masuk ke Indonesia. Mereka juga menawarkan daging.

"Kami minta Ibu Banun (Kepala Badan Karantina) tindaklanjuti," kata Amran.

Indonesia menawarkan kepada Filipina dan Cili untuk berinvestasi langsung di sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. "Kami undang ke Indonesia untuk investasi, kita harapkan live cattle, kemudian jagung, kemudian gula. Tapi kerja sama ini tergantung nanti situasi perkembangan, masih dikaji lebih dahulu," kata Amran.

Ekspor Jagung

Mentan menjelaskan Filipina tertarik impor jagung Indonesia. Tawaran ini akan ditindaklanjuti kunjungan Menteri Pertanian Filipina ke Indonesia September mendatang. “September nanti Secretary of Agriculturalnya datang. Mereka juga bersedia mengimpor coconut (kelapa) dari Sulut,” kata Amran.

Mentan menyampaikan hubungan perdagangan Indonesia-Filipina di bidang pertanian ini akan menguntungkan kedua belah pihak mengingat saat ini sudah ada kapal roro berkapasitas besar bertarif murah rute Davao, Filipina ke Indonesia.

“Untuk kapal roro tersebut dari Indonesia membawa jagung, sementara dari Filipina membawa buah durian yang menjadi andalan mereka. Jadi pulang pergi dalam kondisi isi, sehingga biayanya murah. Ini akan jauh efisien,” katanya.

Selain ke Filipina, kata Amran, Indonesia juga berpeluang mengekspor jagung ke Malaysia. Menurutnya, Indonesia berpotensi mengekspor jagung ke Filipina sebanyak 1 juta ton dan ke Malaysia sebanyak 3 juta ton. 

“Peluang kita, Filipina dan Malaysia itu 4 juta ton. Nah kalau kita bisa penuhi itu nilainya Rp12 triliun hingga Rp15 triliun. Lumayan kan?" kata Mentan.

Pada tahun ini Kementan menargetkan produksi jagung nasional mencapai 17 juta ton. April lalu terjadi produksi besar sebanyak 12 juta ton. Peningkatan produksi terjadi karena adanya sinergi antara pemerintah dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) serta program luas tambah tanam.

Beberapa daerah juga mengalami peningkatan penanaman jagung. “Ada satu daerah peningkatannya sampai 50%, tapi ada yang terpenting GPMT sudah membangun warehouse (gudang) di mana-mana,” ungkap Amran.

Dia menjelaskan, daerah-daerah yang mengalami peningkatan produksi yaitu Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Dompu, Bima, Sumbawa, Jawa Timur, dan Lampung. Namun, Amran tidak menyebutkan lebih rinci terkait jumlah peningkatan produksi jagung pada daerah tersebut.

Amran menjelaskan, pihak GPMT dengan anggotanya telah membangun gudang dan pengering untuk menyerap produksi jagung lokal dan diolah menjadi pakan ternak. “Mereka membangun (gudang) sendiri, kemudian mendampingi petani dan sudah ribuan hektare dan pada Februari ada panen 2.000 ha di Lampung,” papar Amran.

Menurut Amran, jika terjadi over supply dan GPMT tidak mampu untuk menampung produksi jagung nasional, maka pihaknya dan GPMT sepakat untuk menugaskan Perum Bulog menyerap produksi tersebut. Pemerintah telah menetapkan harga jagung di tingkat petani Rp3.150 per kilogram (kg) dengan kadar air 15% untuk diserap Perum Bulog. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya bidang ekonomi dan bisnis. Email: [email protected] Hp 0822 1003 2420
Editor :