logo

Mensos: Hadirnya Dukungan Internasional Pengakuan Bansos Efektif

 Mensos: Hadirnya Dukungan Internasional Pengakuan Bansos Efektif

Menuju 10 juta penerima Bansos, Kemensos gandeng Bill & Melinda Gates Foundation.
14 June 2017 03:46 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Hadirnya dukungan internasional menunjukkan bantuan sosial non tunai, diakui sebagai sistem yang efektif dalam pengentasan kemiskinan.

Demikian dikemukakan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, usai menerima kedatangan perwakilan Bill & Melinda Gates Foundation, di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Selasa (13/6).

Dia mengungkapkan Kemensos menggandeng Bill & Melinda Gates Foundation dalam mendukung inklusi keuangan melalui bantuan sosial non tunai, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH). Dikatakannya lebih lanjut, yayasan milik suami istri miliarder Bill dan Melinda Gates ini menyatakan dukungan yang diberikan meliputi penguatan kapasitas penerima bansos non tunai. Dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Yayasan ini, ungkapnya, juga akan membantu peningkatan kapasitas pengelola e-Warong KUBE PKH, membangun sistem penanganan keluhan terhadap program, membangun sistem komunikasi untuk perluasan inklusi keuangan, serta monitoring dan evaluasi program.

"Tahun ini penerima bansos nontunai PKH mencapai 100 persen yakni 6 juta keluarga. Tahun depan jumlah penerima PKH akan ditingkatkan menjadi 10 juta," ujaenya.

Walau demikian, sistem baru ini tentu memerlukan sosialisasi dan strategi komunikasi yang tepat pada penerima bansos, agar program ini sukses.

Di bagian lain, Group Managing Director MicroSave, Graham A.N. Wright yang ditunjuk Yayasan Bill & Melinda Gates mengungkapkan, pemerintah Indonesia telah melakukan langkah signifikan dalam hal inklusi keuangan.

Pemerintah, lanjutnya, telah secara efektif melakukan transfer dana bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat atau governmet and people transfer dengan baik. "Saya berharap dengan pengalaman kami di berbagai negara di dunia, kami bisa membantu di Indonesia," kata dia.

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Laksito Adi Darmono