logo

Brigjen Pol Siswandi: Jupe Pilih Berperan Sebagai Polwan Ketimbang Pecandu Narkoba

Brigjen Pol Siswandi: Jupe Pilih Berperan Sebagai Polwan Ketimbang Pecandu Narkoba

(ist)
"Kami terpaksa melarang Jupe shooting ke Kuningan, karena dia baru sembuh dari sakit. Padahal, dia bersemangat untuk ikut," kata Siswandi, produser film "Tiga Pilihan Hidup"
13 June 2017 11:26 WIB

JAKARTA (Suara Karya):  Ketua Dewan Penasehat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol Siswandi mengaku sangat kehilangan dengan  meninggalnya Julia Rachmawati atau Julia Perez (36). Jupe, panggilan akrabnya, sangat peduli  dengan kampanye antinarkoba, di samping kepeduliannya terhadap  penderita kanker.

"Ketika saya menawari main film "Tiga Pilihan Hidup", Jupe pilih berperan sebagai Polwan, untuk menunjukkan bahwa dirinya anti barang terlarang. Ia tidak mau berperan sebagai pecandu atau pengedar narkoba," kata Siswandi di sela-sela buka puasa GPAN dengan anak-anak panti asuhan, Selasa (13/6) di Jakarta. 

Film "Tiga Pilihan Hidup" (TPH) merupakan film yang ditujukan pada  orang-orang yang terjerumus narkoba, di mana mereka dihadapkan pada tiga pilihan: mati, penjara atau rehabilitasi. Ini merupakan film pertama yang diproduksi GPAN. 

Pilihan Jupe  sebagai Polwan, kata Siswandi, tidak ringan, karena peran tersebut menutut Jupe harus bisa memainkan sebagai mata-mata, masuk ke sarang sindikat internasional, melakukan penggerebekan, dan sekaligus adu jotos melawan penjahat.  

"Jupe bisa memainkan semua itu. Kami cukup kagum, karena peran itu berat. Tapi, kami sempat melarang Jupe ikut, saat  harus shooting ke Kuningan (Cirebon), karena dia baru sembuh dari sakit," kata Siswandi, yang juga produser film TPH.

Ia  mengenang Jupe sebagai sosok yang periang dan lucu. Jupe selalu tampil apa adanya.  "Dia  orangnya ceplas ceplos, lucu, tapi peduli pada lingkungan,  dan apa adanya orangnya," katanya lagi. 

Di sela-sela kesibukan sebagai perwira tinggi Polri, Siswandi mengaku beberapa kali menengok Jupe di RSCM. Suatu ketika membezuk di RS,  Siswandi mengaku tak mampu membendung sedih. Jupe langsung minta Siswandi jangan menangis.

Tapi tak lama kemudian, giliran Jupe yang menangis.  Padahal dia bukan tipe orang yang mudah menangis. 

“Lalu, saya hibur agar dia  tetap tegar. Kami memang saling menguatkan, " kenang Siswandi kala itu. Sebagai orang yang didaulat sebagai ayah angkat, Siswandi menyempatkan diri melayat di rumah Jupe di Raffles Hill Cluster Beauty, Cibubur, Minggu (11/6), hingga diperisitirahatan terakhir di Pondok Rangon. 

 

B Sadono Priyo
Wartawan Suara Karya sejak 1997
Editor :