logo

Klemen Tinal : Pilihan Konstitusi Kita Sudah Jelas

Klemen Tinal : Pilihan Konstitusi Kita Sudah Jelas

Klemen Tinal Ketua DPP Partai Golkar Bidang Otsus
Dinamika masyarakat yang bergerak cepat menuntut partai politik untuk sigap, bersikap tepat, dan cepat mengantisipasi perubahan dan dinamika yang berkembang di publik. Termasuk dinamika yang berkembang di daerah-daerah yang memiliki kekhususan dalam wadah NKRI ini seperti Papua, Aceh, Jogjakarta, dan DKI Jakarta.
12 June 2017 16:26 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Dinamika masyarakat yang bergerak cepat menuntut partai politik untuk sigap, bersikap tepat, dan cepat  mengantisipasi perubahan dan dinamika yang berkembang di publik. Termasuk dinamika yang berkembang di daerah-daerah yang memiliki kekhususan dalam wadah NKRI ini seperti Papua, Aceh, Jogjakarta, dan DKI Jakarta.

Partai Golkar sebagai partai yang selalu mengutamakan gagasan besar dalam kerja-kerja politikya dalam rangka berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara akan selalu berkomitmen memperjuangkan tuntutan dan dinamika masyarakat, termasuk pelaksanaan Undang-undang Otonomi Khusus yang diberlakukan sesuai konstitusi negara. Demikian penegasan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Otonomi Khusus Klemen Tinal di sela-sela bukber bersama DPP, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar Partai Golkar.

  “Partai Golkar merespon situasi itu dengan membentuk bidang khusus yang menangani persoalan otsus. Saya kira Partai Golkar menjadi satu-satunya partai yang memiliki bidang kerja untuk merespon dinamika yang berkembang di daerah khusus di tanah air,” jelas Klemen Tinal yang juga Wagub  Papua ini.

Pembentukan bidang otsus dianggap mantan Bupati Mimika dua periode itu sebagai langkah strategis untuk menjembatani isu dan aspirasi yang berkembang khususnya di daerah yang berotonomi khusus sehingga dari apirasi yang muncul itu akan direspon dengan cepat untuk dicarikan solusinya.

“Bidang Otsus DPP Partai Golkar akan menselaraskan komunikasi politik partai dengan masyarakat. Pada akhirnya citra Partai Golkar diharapkan akan makin baik dan meningkat di daerah-daerah otsus” kata Klemen yang juga pernah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Papua ini.

Pilihan Jelas

Pembentukan bidang yang menangani otsus disebut Klemen Tinal sebagai langkah maju Partai Golkar untuk memberikan kesadaran politik bagi partai lain dan khalayak bahwa pelaksanaan otsus menjadi salah satu persoalan penting dalam kehidupan kebangsaan. Oleh karenanya, tambah dia, membutuhkan perhatian lebih besar dan serius. Bukan saja dari pemerintah namun juga semua pemangku kepentingan di tanah air termasuk partai politik didalamnya.

Terkait dengan isu politik kekinian yang menghangat di masyarakat,  adanya upaya disintegrasi karena upaya pemaksaan kelompok-kelompok tertentu yang intoleran yang mengancam keberagaman yang selama ini telah terjalin baik, Klemen Tinal meminta pemerintah lebih bersikap tegas dan lugas merespon isu panas ini.  

“Pilihan ideologi dan konstitusi kita sudah jelas. Pancasila dan UUD 1945 adalah jalan terbaik bagi kehidupan kebangsaan kita. Ini adalah takdir bangsa Indonesia. Buktinya sejak tahun 1945 hingga sekarang, kita masih bersatu dan utuh sebagai bangsa besar. Jadi tak ada ruang bargaining untuk ideologi lain selain Pancasila. Terlalu mahal harga yang akan kita bayar hanya sekedar mencoba sesuatu yang belum tentu hasilnya baik dan hanya sebagai komoditas ambisi elite kekuasaan belaka,”tegas putra asli Papua ini,

Menurut Klemen pilihan konsitusi yang saat ini dijalankan sudah cocok dengan habitat masyarakat Indonesia. “Tak perlu kita melirik ideologi ekstrem kiri ataupun ekstrem kanan karena saya pastikan itu tak akan sesuai dengan kehidupan bangsa kita. Masyarakat kita beragam, dan kebhinekaan itu nyatanya bisa berjalan secara harmonis selama ini. Mengapa hal yang baik ini tidak kita  jaga dan rawat bersama,”ujarnya lagi.

Untuk menghadapi situasi yang berkembang, Klemen Tinal menyebut Partai Golkar mendukung pemerintah agar bersikap tegas.

“Semua orang memiliki kesempatan terbaik untuk membela negaranya dalam konteks profesinya. Tukang ojek yang baik itu sudah masuk dalam kategori bela negara. Jurnalis yang baik dan objektif saya anggap juga sebagai aksi bela negara. Termasuk politisi yang jujur dan amanah adalah bagian juga dari aksi bela negara. Maka kepada semua pihak, mari kita jalankan tugas sesuai dharma dan profesi kita, karena ini sama halnya merawat dan menjaga NKRI kita.  Jalankan saja amanat konstiusi karena buat kita pilihan itu sudah final. Tak ada ruang untuk tawar menawar lagi . Mari kita hidup sesuai dengan konstitusi dan norma yang berlaku saja. Karena hidup di dunia hanya sementara, mengapa kita harus ribut yang pada akhirmya rakyat yang akan menanggung kerugian itu, ” pungkasnya.

 

AG. Sofyan
adalah wartawan Suara Karya sejak tahun 2002 dan juga author buku biografi tokoh nasional. Email: [email protected]
Editor : Dimas Anugerah Wicaksono