logo

Pemerintah Libatkan Masyarakat Pantau Harga Pangan

Pemerintah Libatkan Masyarakat Pantau Harga Pangan

Foto: dok humas Kementan
Pemerintah melalui tim Satgas Pangan yang dibangun untuk menstabilkan pangan, optimis kondisi pasar akan terus kondusif dan terjaga hingga lebaran bahkan seterusnya.
10 June 2017 20:25 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan melibatkan masyarakat ikut memantau harga pangan secara langsung di pasar. Mereka diminta lapor ke Satgas Pangan jika menemukan perbedaan harga di lapangan dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Saudara nantinya akan dapat surat tugas. Kita juga akan buat surat pemberitahuan di semua pasar, akan ada spanduk. Spanduk ajakan belanja di pasar rakyat itu, memuat jenis komoditi yang ada, lengkap dengan harganya. Jadi semua tahu. Begitu ada berbeda pasti akan ada yang dituntut. Dengan demikian saudara akan turun dengan dikawal polisi ke pedagang," tegas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dalam rakor Satgas Pangan, Jumat (9/6) malam, di Kemendag Jakarta.

Hadir dalam rakor, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto, Sekretaris Jenderal Karyanto Suprih, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, dan Direktur Komersial Bulog Febriyanto.

Enggar mengatakan pemerintah dengan tim yang telah dibangun untuk menstabilkan pangan (satgas pangan), optimis kondisi pasar akan kondusif dan terjaga hingga lebaran bahkan seterusnya.

Diakhir minggu kedua ramadhan, katanya, harga dan stok pangan terutama Jabodetabek terpantau kondusif, tidak ada gejolak yang berarti di masyarakat. Kondisi ini akan dijaga dengan terus memantau harga kebutuhan pokok di pasar-pasar melalui keterlibatan masyarakat.
 
"Tunjukanlah bahwa saudara adalah abdi masyarakat yang menunjukan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi rakyat", tambahnya.

Mentan Amran Sulaiman mengungkapkan adanya apresiasi dari Komisi IV DPR-RI atas sinergi yang dibangun pemerintah melalui Satgas Pangan. "Kemarin, Pak Mendag, sinergi kita diapresiasi oleh Komisi IV", ungkap Amran.

Amran minta Bulog menyelamatkan petani bawang merah dengan menyerap bawang merah yang telah mereka hasilkan. Harga bawang merah anjlok akibat kurangnya serapan dari Bulog. "Bawang merah harga saat ini Rp 11.000 di pasar Rp 30.000. Kasihan petani," ungkap Amran.

Amran mengingatkan capaian saat ini bukan hal gampang untuk diraih, bagaimana dirinya berusaha untuk menyetop impor dan meningkatkan produksi dalam negeri. Untuk itu, Amran minta komitmen semua pihak dan konsistensi agar keberhasilan ini dapat terus terjaga.

Amran juga minta Bulog secara khusus dapat menyerap produksi beras yang telah dihasilkan oleh para petani. ***

Laksito Adi Darmono
Wartawan Suara Karya bidang ekonomi dan bisnis. Email: [email protected] Hp 0822 1003 2420
Editor :