logo

'Marlina' Beri Pesan Jangan Pernah Lecehkan Wanita

'Marlina' Beri Pesan Jangan Pernah Lecehkan Wanita

Marsha Timothy (foto: Istimewa)
Marlina bercerita tentang seorang janda asal Sumba yang memenggal kepala seorang lelaki dan membawa kepalanya ke mana pun setelah lelaki itu dan teman-temannya merampok dan melecehkan dirinya.
13 May 2017 04:20 WIB

JAKARTA (Suara Karya): Jangan pernah melecehkan wanita. Karena jika melakukan itu dan korban punya kesempatan membalas, mungkin fatal akibatnya. Bukan hal mustahil pelaku akan berakhir tragis hidupnya, mati dipenggal kepalanya. 

Itulah yang dilakukan aktris Marsha Timothy. Tapi bukan kisah hidupnya, melainkan saat berperan sebagai seorang gadis Sumba (Nusa Tenggara Timur)  dalam film  berjudul  "Marlina si Pembunuh Empat Babak".

Film ini ditulis oleh Mouly Surya dan Rama Adi berdasarkan ide cerita Garin Nugroho. 

Garin pertama kali menyodorkan ide cerita pada akhir 2014. Awalnya ide itu diberi judul "Cerita Perempuan", kemudian ia menawarkan pada Mouly untuk mengembangkannya jadi sebuah film. Mouly diberi kebebasan untuk meraciknya jadi film layar lebar.

"Kata mas Garin dia tidak bisa membayangkan seperti apa jadinya kalau cerita dikembangkan oleh Mouly," kata produser Rama Adi seperti dikutip Antara.

Inti cerita "Marlina" berkutat pada kekuatan kaum hawa, menurut Mouly itulah mengapa Garin ingin idenya dieksekusi seorang perempuan.

"Marlina" bercerita tentang seorang janda asal Sumba (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang lelaki dan membawa kepalanya ke mana pun setelah lelaki itu dan teman-temannya merampok dan melecehkan dirinya. 

Rama mengungkapkan "Marlina" merupakan dramatisasi suatu kejadian yang pernah terjadi menurut pengakuan Garin. 

                  Cannes

Film "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" karya Mouly Surya akan tayang perdana di Directors' Fortnight dalam Festival Film Cannes pada 24 Mei 2017. 

"Marlina" adalah film Indonesia pertama yang lolos seleksi di rangkaian Festival Film Cannes selama 12 tahun terakhir, setelah "Tjoet Nja' Dhien (1988, Semaine de la Critique), "Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard) dan "Serambi (2006, Un Certain Regard).

"Saya excited akhirnya film ini jadi, setelah dikerjakan selama tiga tahun," kata Mouly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/5).

"Satu perjalanan sudah selesai dalam pembuatan film, sekarang perjalanan baru dimulai. Semoga Marlina bisa ditonton lebih banyak orang," katanya.

Directors' Fortnight yang diselenggarakan pada Festival Film Cannes oleh Asosiasi Sutradara Film Prancis sejak 1969 telah menemukan dan mengorbitkan banyak sutradara besar seperti Werner Herzog, George Lucas, Martin Scorsese, Jim Jarmush, Michael Haneke, Spike Lee dan Sofia Coppola.

Distribusi "Marlina" untuk Eropa saat ini sedang diurus. sementara di Indonesia rencananya film ini akan tayang pada akhir 2017.

             Naik Kuda 

Menjadi perempuan Sumba, sebagai Marlina, Marsha Timothy  harus mempelajari dialek Sumba agar dialognya terdengar natural. 

Tak hanya dari logat, Marsha pun menggali lebih dalam tentang kehidupan di Sumba dengan cara menetap beberapa lama dan mengobrol dengan penduduk setempat.

Dia juga dituntut untuk belajar mengendarai motor trail hingga kakinya sempat terluka. Tak hanya itu, istri Vino Bastian ini juga harus pandai menunggangi hewan yang lumrah ditemui di pulau itu: kuda.

"Sekarang saya jadi suka naik kuda," katanya.

Menurut Marsha, "Marlina si Pembunuh Empat Babak" punya daya tarik sebagai film yang menonjolkan kemampuan perempuan membela diri demi mempertahankan hidup.

           Ajak Anak

Sebagai seorang ibu dan istri, keluarga selalu jadi prioritas bagi aktris Marsha Timothy.

Ketika bekerja, istri Vino Bastian ini selalu berusaha agar putri semata wayangnya selalu berada di dekatnya.

Dia turut memboyong putrinya, Jizzy Pearl Bastian, ke pulau Sumba untuk pengambilan gambar film "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" selama tiga pekan.

"Dia sekolahnya masih playgroup, jadi lebih bebas ngajak pergi," kata Marsha.

Mengingat usia putrinya yang masih belia, ada kalanya sang buah merasa bosan dan ingin pulang ke rumah. 

"Saya ajak ngomong dan bujuk-bujuk," katanya.

Film karya Mouly Surya akan tayang perdana di Directors' Fortnight dalam Festival Film Cannes pada 24 Mei 2017. 

Rencananya, Marsha bersama kru film juga akan bertolak ke Prancis untuk menghadiri tayang perdana. film Marlina ini di Directors' Fortnight dalam Festival Film Cannes pada 24 Mei 2017.

Bila memungkinkan, ia juga akan mengajak keluarga ke sana. "Kalau bisa ikut pasti dibawa," katanya

Seperti apa persiapan Marsha sebelum berangkat ke Prancis? Yang pasti ia sudah mulai mencari busana yang akan dikenakan di festival film bergengsi tersebut.

"Juga jaga kesehatan," kata dia ***.

Dwi Putro Agus Asianto -
Karir di Harian Umum Suara Karya sejak 1992. Email:dwiputro2014@gmail.com
Editor :