logo

Penggalangan Dana Sosial Tidak Boleh Menggunakan Rekening Pribadi

Penggalangan Dana Sosial Tidak Boleh Menggunakan Rekening Pribadi

Cak Budi telah menjual mobil Fortunet dan IPhone-nya, uang hasil penjualannya diserahkan ke lembaga sosial aksi cepat tanggap (ACT).
04 May 2017 18:54 WIB

JAKARTA (Suara Karya) : Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, di hadapan sejumlah wartawan, di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) Jakarta, Kamis (4/5) mengemukakan, penyalahgunaan uang donasi yang terjadi pada kasus Cak Budi salah satunya karena donasi ditransfer langsung ke rekening pribadi Cak Budi.

Menurut dia, ini membuat ketiadaan kontrol, transparansi dan pengawasan publik. Alhasil, dana tersebut digunakan untuk membeli mobil Fortuner dan HP I Phone.

"Jadi dana yang digunakan untuk membeli Fortuner dan I Phone bukan berasal dari donasi kitabisa.com, melainkan menggunakan donasi yang langsung ke rekening pribadi milik Cak Budi dan istri," jelas dia. 

Menanggapi keinginan Cak Budi untuk terus melakukan aksi sosial, Mensos mendorong agar pria asal Malang, Jawa Timur itu segera melembagakan misi kemanusiaannya. Pasalnya, kata dia, peraturan yang ada tidak memperbolehkan penggalangan dana secara pribadi, melainkan harus melalui lembaga dan terdaftar.

"Aturannya memang sudah lama yaitu UU Nomor 9 Tahun 1961. Undang- undang ini masih berlaku dan belum dicabut," kata Mensos. Pada UU tersebut, mengatur bahwa yang boleh mengumpulkan dana masyarakat baik berupa uang atau barang adalah organisasi atau perkumpulan sosial.

"Disesuaikan dengan cakupan donatur yang ditargetkan. Misalnya level kabupaten/ kota, provinsi dan nasional," jelasnya.

Sementara itu, Budi Utomo yang akrab disapa Cak Budi mengakui kesalahannya. "Saya khilaf," ucapnya. Dia menyatakan, yang dilakukan dirinya semata-mata karena ketidaktahuannya dalam mengatur sirkulasi dana masyarakat, yang masuk ke rekening pribadinya.

"Saya minta maaf kepada seluruh donatur atas kebodohan saya ini," ujarnya. Saat ini, cak Budi yang didampingi istrinya mengemukakan, Fortuner dan I Phone yang dibelinya telah dijual kembali. Seluruh uang donasi telah diserahkan kepada lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Walau begitu, dia menegaskan, akan tetap melakukan aksi sosialnya. Seperti diketahui, di Sosial Media Cak Budi dikenal sebagai penggalang dana masyarakat untuk orang tidak mampu, khususnya lansia.

Dia dan istrinya menampung sumbangan selain melalui laman kitabisa juga di rekening pribadi. Mensos menyatakan, dengan adanya kejadian tersebut, semangat kepedulian sosial masyarakat tetap tumbuh dan tidak luntur. Mengingat, upaya penanggulangan kemiskinan dan layanan kesejahteraan sosial membutuhkan kemiteraan, antara pemerinta, swasta dan masyarakat.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan masyarakat yang begitu peduli dengan nasib sebagian masyarakat kita yang kurang beruntung. Apa yang telah dilakukan selama ini lewat aksi-aksi sosial saya harap terus berjalan," papar Mensos.

Budi Seno P Santo
Wartawan Suara Karya sejak tahun 2005. Pernah meraih penghargaan jurnalistik M Husni Thamrin Award tahun 2008
Editor : Laksito Adi Darmono
header-ad